Kuala Kurun, 9 Oktober 2025 — SMAN 1 Kuala Kurun menyelenggarakan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) selama dua hari, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Gladi TKA dan evaluasi kesiapan infrastruktur sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 284 siswa kelas 12 yang seluruhnya mengikuti kurikulum merdeka dengan jurusan umum.

Simulasi ini difokuskan pada mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, sesuai dengan struktur dasar TKA. Pelaksanaan simulasi dibagi menjadi tiga sesi per hari, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Sesi 1: Pukul 08.00 – 10.00
  • Sesi 2: Pukul 10.30 – 12.30
  • Sesi 3: Pukul 13.00 – 15.00

Seluruh kegiatan dilaksanakan secara bergantian di dua ruang, yaitu Laboratorium Komputer dan Laboratorium Bahasa, yang telah dilengkapi dengan perangkat ujian berbasis komputer.

Kepala SMAN 1 Kuala Kurun, Batuah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa simulasi ini memiliki dua tujuan utama: untuk memberikan pengalaman ujian yang realistis bagi siswa, serta untuk mengukur kesiapan infrastruktur teknis sekolah sebelum dilaksanakan gladi TKA secara menyeluruh.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perangkat, jaringan, dan sistem pelaksanaan berjalan lancar sebelum kegiatan gladi yang sesungguhnya. Selain itu, siswa juga mendapat pengalaman langsung yang akan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi ujian resmi,” jelas Batuah.

Meski bersifat simulasi, pelaksanaan kegiatan dibuat menyerupai ujian sesungguhnya. Prosedur kehadiran, waktu pengerjaan, dan pengawasan diterapkan dengan ketat agar siswa terbiasa dengan suasana ujian yang formal.

Salah satu siswa kelas 12, Lansha, menyambut baik kegiatan ini.

“Simulasi ini sangat membantu, karena saya jadi tahu bagaimana cara mengatur waktu dan mengenali tipe soal yang mungkin keluar nanti,” ujarnya.

Hasil dari simulasi ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun kemampuan akademik siswa. Evaluasi ini akan digunakan untuk menyusun strategi lanjutan, seperti pembinaan tambahan atau penyesuaian teknis saat gladi nanti.

Dengan pelaksanaan simulasi ini, SMAN 1 Kuala Kurun menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mempersiapkan siswa secara akademik, tetapi juga memastikan kesiapan sarana pendukung dalam menghadapi transformasi sistem seleksi pendidikan tinggi yang semakin berbasis digital dan kompetitif.